Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RI

Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RI

Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RI

Di lansir dari alabamalighthouses.com, penyelenggaraan forum bisnis menjadi gagasan Kementerian Luar Negeri dalam diplomasi ekonomi. Hal itu untuk peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dengan kawasan Amlatkar dan Ertengtim.

Forum tersebut adalah Indonesia-Latin America and the Carribean Business Forum (INA-LAC BF 2021) dan Indonesia-Central and Eastern Europe Business Forum (INA-CEE BF 2021).

Di kutip dari IDN Poker APK, “Kedua forum ini akan di selenggarakan secara virtual karena masih dalam masa pandemik COVID-19,” ujar Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Ngurah Swajaya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

1. Forum bisnis terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia

Swajaya mengatakan forum bisnis ini terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia, tidak terkecuali para pelaku usaha Yogyakarta. Menurut Swajaya, mereka dapat memanfaatkan peluang pasar di kawasan ini dan ikut serta pada kedua forum bisnis tersebut.

“Di forum ini para pengusaha dari kedua pihak dapat berinteraksi, saling mengenal, dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama bisnis,” jelasnya.

Pertemuan dengan pelaku usaha DI Yogyakarta tersebut di lakukan secara hibrida dan di hadiri oleh perwakilan Pemerintah DI Yogyakarta, seperti Tri Saktiyana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah dan Agus Priono, Kepala Dinas Perizinan dan Penaman Modal. Hadir juga dari KADIN DI Yogyakarta, asosiasi pengusaha dan para pengusaha yang berasal dari berbagai sektor di Yogyakarta, seperti perdagangan, kerajinan, pariwisata, dan lainnya.

2. DI Yogyakarta punya peluang ekspor ke kawasan Amlatkar dan Ertengtim

Indonesia dan negara-negara di kawasan Amlatkar dan Ertengtim di nilai memiliki potensi kerja sama yang besar. Kerja sama ini berkaitan dengan bidang ekonomi dan perdagangan. Kawasan ini merupakan pasar non-tradisional bagi Indonesia. Banyaknya jumlah penduduk di kedua kawasan dengan tingkat ekonomi dan pendapatan perkapita yang beragam merupakan peluang pasar bagi Indonesia, termasuk DI Yogyakarta.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tri Saktiyana mengemukakan ekspor DI Yogyakarta tahun 2020 ke 122 negara senilai USD 298,6 juta berupa 78 komoditi. Negara-negara tujuan utama ekspor antara lain Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Perancis dan Korea Selatan. Produk yang diekspor seperti home deco, pakaian dalam, alat kesehatan, dan alat pertanian.

“Ekspor ke kawasan Amlatkar dan Ertengtim masih kecil. Tri Saktiyana berharap DI Yogyakarta dapat memanfaatkan peluang pasar kawasan ini melalui sinergi yang erat antar pemangku kepentingan. Termasuk dengan Kementerian Luar Negeri RI,” ungkapnya.

Comments are closed.