Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia – Bisnis atau niaga adalah kegiatan memperjualbelikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. CEO Medical Concierge Group Daniel Choo berbagi kisahnya dalam mendirikan dan menjalankan bisnis kesehatan di Indonesia melalui website Singapore Global Network.

Dalam pernyataannya ia mengatakan kisahnya mendirikan The Medical Concierge Group (TMCG) di Singapura dan Indonesia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun hal itu tidak membuatnya putus asa. Berikut adalah kisah Choo dari awal memulai bisnis Club388 Indonesia kesehatan hingga sukses seperti saat ini.

1. Awal mula karier

Choo mengatakan minatnya pada sektor perawatan kesehatan swasta muncul sejak 2010. Saat itu seorang teman baiknya memulai praktik kardiologi Heart Matters Medical Center di Mount Elizabeth, sebuah rumah sakit Singapura. Ia bergabung dengan tim sebagai penasihat dan Chief Operating Officer.

Ia kemudian melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia, ke Jakarta untuk pertama kalinya karena diundang oleh salah satu pasiennya untuk memberikan ceramah medis kepada teman-temannya di Heart Matters. Acara itu kemudian berkembang menjadi acara rutin yang diadakan sebulan atau dua minggu sekali.

“Saya mulai sering terbang ke Indonesia, menghabiskan beberapa hari setiap bulan untuk membangun jaringan saya,” katanya.

Seiring waktu, dan seiring bertambahnya jaringannya di Indonesia, ia mulai mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pasar Indonesia, jatuh cinta pada makanan, orang, dan budaya Indonesia.

“Saya juga mulai belajar dan membiasakan diri dengan pasar perawatan kesehatan swasta Indonesia, mengenali tantangan yang dihadapi pasien dan memahami kesenjangan sektor perawatan kesehatan swasta di Indonesia,” katanya.

2. Mendirikan The Medical Concierge Group

Pada 2013, Choo mendirikan The Medical Concierge Group di Singapura. Perusahaan itu didirikan dengan visi untuk menetapkan standar layanan dan etika tertinggi dalam industri perawatan kesehatan swasta Asia Tenggara, yang dimulai dengan Singapura dan Indonesia.

Ia mengatakan melihat peluang untuk memenuhi permintaan akan layanan manajemen perawatan kesehatan swasta berkualitas tinggi di Indonesia karena ada lebih dari 80 persen turis medis Singapura yang datang dari Indonesia.

“Dengan TMCG, saya memperkenalkan praktik yang menantang norma industri. Alih-alih menerapkan model bisnis yang membebankan biaya kepada pasien berdasarkan persentase, yang merupakan standar industri pada saat itu, TMCG mengerjakan model flat fee-for-service,” katanya.

Menurutnya, hal ini bisa memungkinkan pasien untuk membayar seperlunya karena bisnisnya tidak memungut komisi seperti yang kebanyakan terjadi.

“Saya tidak setuju dengan model bisnis yang berlaku, di mana biaya diperoleh oleh agen dengan merujuk pasien ke dokter praktik swasta. Saya sangat yakin bahwa pasien tidak harus membayar lebih dari yang seharusnya, itulah sebabnya kami dengan tegas menerapkan aturan tanpa komisi di TMCG,” jelasnya.

3. Tak patah semangat saat menemui tantangan

Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

Namun demikian, Choo mengatakan keputusannya yang menerjang arus tersebut memiliki dampak negatif. Ia mengaku instansinya pernah di masukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) oleh dokter tertentu. Namun begitu, ia mengatakan hal tersebut tidak mematahkan niatnya dalam memberikan perawatan pasien yang berkualitas, hingga akhirnya bisa membuka kantor perwakilan di Indonesia pada 2017.

“Dengan kantor ini, kami dapat bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan lokal Indonesia lebih erat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang andal dan etis lebih dekat ke rumah bagi pasien,” jelasnya.

Ia mengatakan selama masa-masa awal itu ia sering bolak-balik Indonesia-Singapura dan hal itu membuatnya bertanya-tanya apakah dirinya harus menetap di Jakarta karena akan lebih mudah dan lebih berdampak bagi bisnis.

“Tetapi sangat sulit untuk meninggalkan kenyamanan rumah di Singapura,” katanya, sebelum menambahkan bahwa pada 2018 akhirnya dia memutuskan untuk pindah karena ingin membuat perbedaan nyata di sektor ini.

“Oleh karena itu, untuk mewujudkan visi saya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan ke rumah bagi masyarakat Indonesia, saya akhirnya meyakinkan diri dan pindah ke Jakarta.”

4. Tekad merawat pasien di tengah pandemik

Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

Choo mengatakan mengalami tantangan berat selama pandemik mulai mewabah di Indonesia, apalagi karena pada saat awal Indonesia belum sepenuhnya siap untuk menangani COVID-19. Namun itu tidak membuat niatnya menetap di Indonesia tumbang.

“Saya terbang ke Jakarta pada Maret 2020 karena saya ingin bersama klien saya ketika mereka sangat membutuhkan saya,” katanya.

“Dengan berada di sini bersama klien saya di masa krisis ini. Saya menunjukkan kepada mereka bahwa saya peduli pada mereka. Dan kesejahteraan keluarga mereka. Saya benar-benar percaya itu membuat perbedaan bagi mereka.” lanjut Choo.

Ia juga mengatakan pasiennya sering bertanya kenapa dia tidak kembali ke Singapura. Yang di anggap lebih aman karena mampu menangani pandemik. Ia mengatakan selalu menjawab alasannya adalah untuk mengurus para pasiennya.

“Mereka semakin menghargai saya. Sejak itu saya hadir di sini, dan sudah hampir setahun sejak saya kembali ke Singapura,” jelasnya.

5. Peluang dari COVID-19

Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

Meski pandemik menambah bebannya, Choo juga mengatakan pandemik telah membuka peluang bisnis baru baginya.

“Salah satu hasil positif dari COVID-19 adalah, saya sudah mulai berteman dengan orang Singapura yang berbasis di Indonesia. Salah satu dari mereka ternyata adalah Manajer Umum di pusat perbelanjaan lokal. Dan bertanya apakah saya dapat membantu mendirikan klinik di mal,” katanya.

“Saya menghubungkannya dengan mitra perawatan kesehatan lokal saya. Diskusi sedang berlangsung dan satu sedang dalam proses di dirikan segera. Anda tidak pernah tahu peluang apa yang akan datang dan terbuka untuk Anda di sini di Indonesia,” lanjutnya.

Meski demikian ia juga mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia ketika pertama kali tiba. Kesulitan itu terkait banyak hal. Seperti perbedaan budaya, Kualitas udara buruk, lalu lintas yang sangat padat. Hingga air keran yang tidak dapat minum langsung.

“Pindah ke Jakarta sendirian juga berarti saya tidak memiliki keluarga dan teman di sekitar saya sebagai sistem pendukung. Tentu saja, pindah ke Jakarta bersama keluarga memiliki tantangan yang berbeda pula,” lanjut Choo.

Namun demikian ia mengatakan dirinya cukup beruntung karena memiliki teman dan klien yang mau membantu dan mendukungnya selama masa transisi.

“Kesepian semakin meningkat saat Anda menghadapi masalah. Anda mungkin menyadari bahwa masalah yang Anda hadapi unik untuk situasi Anda dan tidak ada yang benar-benar dapat membantu Anda. Namun, jika bisa bertahan di Indonesia, Anda bisa bertahan di mana saja,” jelasnya.

Comments are closed.