Media Sosial Parler Sayap Kanan AS Kembali Online

Media Sosial Parler Sayap Kanan AS Kembali Online

Media Sosial Parler Sayap Kanan AS Kembali Online

Media Sosial Parler Sayap Kanan AS Kembali Online – Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Parler adalah salah satu media sosial yang digunakan para kelompok sayap kanan pendukung Donald Trump. Usai penyerbuan Capitol Hill, aplikasi Parler dianggap memiliki peran penting dalam tragedi itu. Google dan Apple mendepak Parler dari tokonya dan Amazon juga menghentikan layanan hosting untuk situs web Parler.

Langkah-langkah tersebut telah membuat Parler runtuh seketika dan tidak bisa diakses. Kini, aplikasi kontroversial yang dianggap sebagai media sosial penyebar kebencian tersebut kembali login idn poker99 via aplikasi online.

1. Parler memiliki CEO baru

Parler, Media Sosial Sayap Kanan AS Kembali Online

Parler di dirikan pertama kali pada tahun 2018. Media sosial tersebut mendapatkan momennya pada tahun 2020 ketika pemilihan Presiden AS di gelar antara Donald Trump sang petahana, melawan Joe Biden.

Namun ketika aplikasi tersebut di anggap memiliki kaitan erat dengan aksi kerusuhan Capitol Hill pada 6 Januari silam, langkah-langkah untuk menghentikan aplikasi segera di lakukan oleh Google, Apple dan Amazon.

Dalam beberapa waktu, Parler hilang. Hal ini karena aplikasi platform itu di singkirkan dan pihak yang terkait memutus dukungan. Tapi rupanya semangat para kelompok sayap kanan masih terus membara. Pada hari Senin (15/2), Parler kembali mengumumkan bisa di gunakan meski belum stabil.

Melansir dari laman The Guardian, kini Parler di pimpin oleh CEO sementara yang bernama Mark Meckler. Dia mengatakan “Parler di jalankan oleh tim yang berpengalaman dan akan terus ada,” jelasnya. Aplikasi Parler di sebut-sebut sebagai sarang bagi para konservatif dan kelompok sayap kanan ekstrem AS.

2. Pihak-pihak yang mengakomodasi kembalinya Parler

Parler, Media Sosial Sayap Kanan AS Kembali Online

Isu tentang penipuan dalam pemilu AS telah menjadi salah satu isu paling sering di gaungkan oleh pendukung Trump. Mereka terus menyangkal hasil pemilu dan membagikan hasutan lewat postingan di media sosial seperti Twitter dan Facebook.

Namun, Twitter dan Facebook kemudian bekerja untuk membersihkan klaim-klaim palsu dan bahkan menangguhkan akun-akun kelompok sayap kanan yang sering mengabarkan hal tersebut. Orang-orang yang di larang dan akunnya di tangguhkan itu, mereka kemudian pindah ke Parler dan meramaikan aplikasi tersebut.

Setelah Parler di                                                       tumbangkan usai penyerbuan 6 Januari, kini pengelola media sosial sayap kanan tetap bekerja untuk menghidupkannya kembali. Ada pihak-pihak yang membantu agar Parler kembali online.

Andrew Paul dari AV Club melakukan penelusuran tentang pihak yang bekerja sama untuk menghidupkan kembali Parler. Dia menemukan Epik. Inc, sebagai tempat domain Parler saat ini di daftarkan. Epik. Inc, menurut Paul, adalah tempat yang mengakomodasi kelompok simpatisan Nazi seperti Gab, Patriots.win dan 8Chan.

Epik sendiri mengklaim tidak pernah memiliki simpati kepada Nazi. Namun menurutnya, Epik adalah perusahaan yang percaya bahwa setiap orang memiliki hak untuk kebebasan berbicara mutlak.

3. Siapa sekarang yang jadi penyedia hosting Parler?

Parler, Media Sosial Sayap Kanan AS Kembali Online

Setelah aplikasi Parler di depak dari Google dan Apple, hingga kini aplikasi tersebut masih tetap tidak bisa di gunakan dari dua layanan itu. Ketika Amazon memutus hosting Parler, situs webnya langsung non-aktif dan tidak bisa kembali online.

Kini ada penyedia hosting lain yang rupanya memberi tempat bagi hidup Parler. Menurut Australian Broadcasting Corporation, perusahaan yang menyediakan hosting adalah SkySilk. CEO SkySilk, Kevin Matossian, menjeaskan bahwa perusahaan “tidak menganjurkan atau memafkan (gerakan) kebencian, melainkan mendukung hak atas penilaian pribadi dan menolak peran sebagai hakim, juri dan algojo.”

Seorang peneliti aktivitas internet dari California yang bernama Ron Guilmette agak meragukan kemampuan SkySilk. Menurutnya, perusahaan itu tidak cukup kuat untuk memberikan dukungan kepada Parler yang tentu saja memiliki musuh banyak karena di dalamnya di huni oleh para konservatif garis keras.

Guilmette menyebut bahwa Parler butuh pertahanan yang kuat terhadap serangan denial-of-service. Lalu lintas yang membanjir dengan jumlah pengakses yang banyak bisa membuat situs lumpuh. Sebelum di tampung oleh SkySilk, Parler sudah pernah menerima perlindungan dari perusahaan yang berbasis di Rusia, yakni DDoS Guard.

Comments are closed.