Mulai Tenang, Gunung Sinabung Masuk Level Siaga

Mulai Tenang, Gunung Sinabung Masuk Level Siaga

Mulai Tenang, Gunung Sinabung Masuk Level Siaga

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Status Tetap Siaga

Gunung Sinabung Masuk Level Siaga – Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan mengatakan. hari ini kondisi erupsi Gunung Sinabung relatif mulai menurun dan tenang.

“Sampai sekarang kejadian gempa vulkanik dalam mulai berkurang, tapi kita tidak dapat memprediksi apakah 6 jam, 12 jam, atau 24 jam ke depan kondisi akan kembali meningkat atau tidak,” kata Hendra kepada RRI, Selasa (11/8/2020).

Untuk itu, Hendra tetap mengimbau masyarakat tetap memperhatikan rekomendasi PVMBG, bahwa saat ini kondisi Gunung Sinabung masih dalam status siaga atau level 3.

Gunung Sinabung di Sumatra Utara mengalami erupsi pada Senin (10/8/2020). Tinggi kolom abu teramati kurang lebih mencapai 5.000 meter di atas puncak, atau kurang lebih 7.460 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan informasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Sinabung saat ini pada status siaga atau level III. Masyarakat atau wisatawan disarankan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi.

“Serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.”

Gunakan masker dan amankan air bersih

Kalau terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau agar memakai masker, bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Selain itu, disarankan agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung sinabung, agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Untuk meningkatkan keamanan, personel TNI dan Polri melakukan patroli keamanan di wilayah Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak memasuki zona merah.

“Selama dua hari ini, terus melakukan patroli untuk mencegah warga maupun petani agar tidak memasuki ke kawasan terlarang (zona merah),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin, seperti dikutip dari¬†ANTARA.

Comments are closed.