Sang dokter bersyukur bisa mengabdikan dirinya

Sang dokter bersyukur bisa mengabdikan dirinya

Duh! Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang - Kabar24  Bisnis.com

IDN POKER APK

Sang dokter bersyukur bisa mengabdkan drinya dtengah krisis Covid-19. Curahan hati para petugas meds dalam rangka mengajak masyarakat Indonesia membatasi jarak fisik dan tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran potensi Covid-19 melalui ruang publik muncul di banyak platform meda sosial. Sebagai garda terdepan, mereka bertugas memastikan pasien-pasien dapat tertangani dengan baik, tetapi juga tetap harus memikirkan keselamatan nyawa mereka.

Hingga Selasa (24/3) sebanyak 44 petugas medis di Jakarta terpapar virus setelah merawat pasien-pasien Covid-19. Ada banyak hal yang harus dialami petugas meds saat menangani virus yang menyerang saluran pernapasan itu berlangsung, mulai dari kesulitan mendapatkan alat pelindung dri (APD) hingga tidak bisa berkumpul dengan keluarga demi keselamatan bersama.

 

Sang dokter bersyukur bisa mengabdikan dirinya di tengah krisis Covid-19.

Sah, Wisma Atlet Resmi Beroperasi Jadi RS Darurat Corona - Bisnis Tempo.co

IDN POKER APK

Sang dokter bersyukur bisa mengabdkan drinya dtengah krisis Covid-19,Cerita pilu perjuangan tenaga medis dalami pula dokter Alexander Randy. Ia bertugas d salah satu rumah sakit rujukan untuk menangani pasien Covid-19. Suaranya terdengar ramah lewat sambungan telepon, tak sedkit pun menyiratkan perasaan lelah meski sudah sempat menjalani masa sepekan tanpa perbantuan.

Pria yang akrab dpanggil dokter Randy itu menceritakan, ia tergolong baru. Dokter spesialis penyakit dalam itu baru menangani kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk tempatnya mengabd sebagai rumah sakit khusus menangani Covid-19.

“Fasilitas gedungnya kan masih baru. Awalnya memang untuk pengembangan. Tapi, berhubung dengan Covid-19 ini akhirnya dibuka khusus untuk pasien Covid,” katanya.
Randy mengakui fasilitas untuk kegawatdaruratan d rumah sakit masih kurang. “Kita pun usahakan meminta bantuan dari Dinkes DKI,” ujar Randy.

Pada pekan pertamanya, ia menjadi satu- satunya dokter spesialis dalam yang bertugas d rumah sakit itu dengan kondsi beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 sudah drawat d tempatnya bekerja. Ia sendrian karena rekan seprofesi yang juga spesialis penyakit dalam justru menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Meski demikian, ia mengaku bersyukur respons Dinas Kesehatan DKI Jakarta cukup cepat dalam menangani kondisi itu dengan menambahkan dokter perbantuan. “Kemarin sempat seminggu saya sendiri (menangani pasien Covid-19). Lalu, Dnkes DKI kasih perbantuan. Jadi, yang aktif sekarang dua,” ujar Randy.

Sang dokter bersyukur bisa mengabdikan dirinya di tengah krisis Covid-19.

Kisah Selebgram Falla Adinda Jadi Relawan Medis Corona di Wisma Atlet

Kisahnya pun berlanjut terkait kendala mendapatkan APD untuk penanganan pasien Covid-19 yang sesuai dengan standard operating procedure (SOP) dari Kementerian Kesehatan RI. Dengan jumlah petugas yang cukup banyak untuk dokter dan perawat, dalam satu hari rumah sakit tempat dokter Randy bekerja sempat membatasi maksimal hanya 30 pasang APD untuk petugas.
“APD itu berlapis. Jad, sebetulnya kita (petugas meds) tidak nyaman. Karena itu, kita batasi perawat lewat jangka waktu kerja dengan shift lebih pendek,” katanya.
Padahal, dengan shift pendek, berarti APD-nya butuh lebih banyak. “Dan kita sempat terkendala itu,” kata Randy.

 

Sang dokter bersyukur bisa mengabdikan dirinya d tengah krisis Covid-19.

https://alabamalighthouses.com/

Meski bantuan dari Pemprov DKI sudah tiba, hingga saat ini APD bagi petugas belum sepenuhnya terjamin karena langkanya barang-barang medis itu, terutama bagi petugas meds yang merawat pasien rawat jalan. Jika ada yang menjual pun, harganya terlalu tinggi. Contohnya masker N95 yang memang dperuntukkan menyaring partikel berukuran kecil dudara.

“Masker N95 itu sekarang sudah mahal banget. Kita masih berusaha cari. Kalau ada yang mau sumbang dan mau membantu, kita berharap yang seperti itu ada,” ujar Randy. Untuk rumah sakit rujukan yang menjadi tempat Randy bertugas, Pemprov DKI Jakarta memastikan ada sebanyak 200 tempat tidur yang dkhususkan untuk kasus Covid-19.

Comments are closed.