Si Serangga Petani dengan Arsitektur Canggihnya

Si Serangga Petani dengan Arsitektur Canggihnya

Fakta Rayap, Si Serangga Petani dengan Arsitektur Canggihnya

Si Serangga Petani dengan Arsitektur Canggihnya – Di sektor pertanian dan perkebunan, rayap diposisikan sebagai hama penting yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Rayap dapat memakan dan merusak seluruh material kayu dan bambu. Seluruh tanaman yang batangnya berkayu bisa saja menjadi target hama ini, baik itu tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman perkebunan.

Rayap ini umumnya menyerang batang, akar dan pelepah daun yang telah mati ataupun yang masih hidup. Lahan yang paling beresiko terserang rayap adalah lahan gambut.

Rayap dikenal sebagai serangga yang merapuhkan properti rumah khususnya yang terbuat dari kayu. Bahkan beberapa kerusakan parah pada dinding berbahan dasar kayu seringkali terjadi pada rumah yang dihuni koloni rayap.

Mungkin banyak di antara kamu yang pernah kesal karena ulah serangga ini. Terlebih tanah-tanah yang sering dibawanya untuk membuat sarang tentu membuat rumahmu terlihat berantakan.

Gak salah, sih kalau kamu ingin membasmi serangga menyebalkan yang satu ini. Tapi, tahukah kamu tentang fakta hebat tentang rayap di bawah ini?

1. Tak hanya berperan sebagai rumah, sarang rayap merupakan pupuk raksasa

Rayap merupakan jenis serangga pengurai, khususnya pengurai kayu. Rayap menggunakan enzim yang terdapat pada mulutnya untuk membuat kayu menjadi lebih lunak dan mudah dicerna. Kemudian kayu yang telah melewati pencernaan rayap akan dikeluarkan dalam bentuk feses.

Rayap-rayap akan membangun gundukan sarang mereka menggunakan kotoran dengan campuran tanah, lumpur dan bubur kayu. Beberapa di antara gundukan yang dapat ditemukan bahkan tingginya mencapai 9,14 meter. Sementara bagian lain yang jauh lebih besar mungkin tersembunyi di bawah tanah dan tertutup.

2. Serangga pendaur ulang ekosistem alam

Rayap telah hidup lebih dari 30 juta tahun yang lalu yang dalam hidupnya telah banyak mendaur ulang bongkahan kayu mati menjadi pohon muda baru. Tentu rayap berpengaruh besar terhadap ekosistem. Tanah lembap di sekitar sarangnya yang banyak mengandung mineral ditumbuhi dengan tanaman-tanaman hijau. Sebagai bagian dari ekosistem, tanaman ini menjadi tempat hidup serangga lain seperti belalang, ulat, ataupun menjadi sumber makanan bagi mamalia herbivora.

Menurut lamanĀ National Geographic, di wilayah hutan hujan Indonesia, rayap menjaga tanah tetap basah dan subur sekalipun di musim kemarau ataupun ketika terjadi efek dari fenomena el nino.

3. Ratu rayap mampu memproduksi 15 telur setiap detik

Rayap hidup dalam koloni besar yang terbagi menjadi 3 kasta, yakni rayap pekerja, rayap prajurit, rayap ratu dan jantan pasangannya. Ratu inilah yang berperan menjadi ibu dari segala ibu. Bahkan dalam satu detik ratu rayap ini yang dapat bertelur hingga 15 telur.

Apa kamu bisa bayangkan berapa banyak telur rayap yang dihasilkan setiap hari? Tidak heran jika rayap hidup dalam koloni yang sangat besar.

4. Pandai bertani jamur sebagai sumber makanannya

Gundukan sarang rayap yang dibuat dengan campuran kotoran tentu akan membuat tanah di sekitarnya begitu subur dengan banyak nitrogen dan fosfor di dalamnya.

Sementara bubur kayu yang merupakan komponen lain penyusun gundukan ini akan dengan mudah ditumbuhi jamur ketika melembap. Jamur-jamur kecil yang berbentuk bintil putih ini akan dimanfaatkan rayap sebagai sumber makanan utama mereka agar tak perlu keluar sarang untuk mencari makan.

5. Menginspirasi dalam inovasi bangunan yang dapat menstabilkan suhu sendiri

Jutaan rayap hidup dalam sebuah struktur dengan arsitektur cerdas. Rayap membangun sarang mereka dengan banyak lubang-lubang seperti sarang lebah untuk membuat ventilasi udara. Tak hanya itu, sarang rayap terdiri dari banyak ruangan yang dilewati lorong-lorong kecil yang kompleks, sehingga hal ini memudahkan mereka berpindah tempat di sarangnya.

Lubang-lubang dalam sarang rayap juga berfungsi untuk menstabilkan suhu udara. Ketika siang hari, lubang-lubang akan mengalirkan udara segar ke dalam sarang sehingga suhu udara akan tetap terjaga untuk menjaga larva lalat tetap hidup. Begitu juga ketika malam tiba, tanah yang cenderung menyimpan panas akan membuat suhu tetap hangat dan menjaga mereka dari kedinginan.

Ini menginspirasi Mick Pearche, seorang arsitektur Zimbabwe untuk membuat bangunan cerdas yang dapat mendinginkan dirinya sendiri. Hal ini diwujudkannya dalam suatu sistem yang dikenal dengan biomimikri untuk meniru suatu kecerdikan yang ditemukan di alam untuk memecahkan masalah manusia.

Comments are closed.