Tempat Wisata Sejarah di Laos

Tempat Wisata Sejarah di Laos

Tidak Punya Pantai, Ini Tempat Wisata Sejarah di Laos

Tempat Wisata Sejarah di Laos – Destinasi wisara di Asia Tenggara ini memiliki banyak objek wisata dan warisan budaya yang penuh pesona. Meskipun tidak memiliki pantai, banyak wisata candi serta bangunan yang menakjubkan di Laos. Belum lagi keindahan alamnya yang begitu memikat hati.

Di tengah masa pandemi seperti ini, ingin rasanya bisa melepas rindu bersama sahabat dan melakukan travelling lagi ke berbagai negara. Tapi sabar dulu ya, tunggu sampai pemerintah memberikan pengumuman baru yang memperbolehkanmu untuk melaksanakan aktivitas kembali.

Sembari menunggu, tak ada salahnya membuat daftar wisata yang akan dikunjungi setelah pandemi berakhir. Salah satunya melakukan wisata ke negara yang dijuluki sebagai Tanah yang Terkunci atau The Land Locked Country yaitu Laos.

Apa saja tempat wisata menarik di Laos? Yuk baca artikel ini sampai selesai!

Bolaven Plateau 

Meskipun negara ini tidak memiliki pantai karena diapit oleh 5 negara, yaitu Myanmar, RRC, Vietnam, Kamboja, dan Thailand, tetapi kamu bisa berwisata air. Ya, air terjun bisa menjadi tempat wisata air yang kamu kunjungi.

Bolaven Plateau terletak di antara Pegunungan Annamite, sekitar 1.000 – 1.350 mdpl. Jika kamu berkunjung ke tempat ini, akan ada dua air terjun yaitu Tad Lo yang paling terkenal dan Taat Fang yang tertinggi.

Bolaven sendiri diperoleh dari nama kelompok etnis Laven yang mendominasi wilayah ini.

Patuxai 

Sama seperti di Indonesia, sebagai tempat untuk mengenang jasa para pahlawan maka didirikanlah suatu monumen. Patuxai atau yang biasa juga disebut Victory Gate juga dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan Laos yang rela mengorbankan nyawanya saat zaman perang dahulu.

Identik dengan Buddha, eksterior bangunan ini juga terdapat banyak simbol agama Buddha, yaitu stupa dan menara animisme. Daya tarik lainnya dari Patuxai adalah air mancur yang bergerak-gerak mengikuti alunan musik.

Wah, tertarik untuk mendokumentasikan gerakan-gerakan air mancurnya?

Laos Memiliki Iklim Tropis yang Hangat

Pha That Luang 

Siapa yang tak kenal dengan lambang negara Laos ini? Pha That Luang merupakan bangunan bersejarah sekaligus sebagai lambang negara ini dan memiliki monumen berbalut emas yang menjulang hingga 44 meter. Tentu, kemegahannya sudah terlihat dari jauh, bahkan dikatakan bahwa berat emasnya bisa mencapai 500 kilogram!

Terletak di pusat kota Viantiante, kuil suci bagi umat Buddha ini dibangun pada masa Raja Setthathirat, yaitu tahun 1566. Pernah hancur akibat perang, kemudian direnovasi pada awal abad ke-20 atas bantuan penjajah Prancis.

Kalau kamu mau berkunjung ke sini, berkunjunglah pada bulan ke-12 dalam kalendar lunar, atua sekitar bulan Oktober dan November. Kenapa? Karena pada waktu itu ada sebuah festival akbar yang menyediakan berbagai bazar secara gratis. Lumayan kan bisa sedikit menghemat pengeluaran selama di negeri orang.

Vat Phou 

Salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO adalah tempat ini. Vat Phou difungsikan sebagai pusat ibadah bagi umat Buddha Theravada.

Berada di Gunung Phu Kao, dulunya di lokasi ini berdiri banyak sekali candi. Namun, saat ini yang tersisa hanyalah struktur candi yang berasal dari abad ke-11 – sampai ke-13.

Lao National Museum 

Negara Laos ini memang bekas jajahan kolonial Prancis dan museum Lao ini merupakan salah satu bangunan bekas kolonial Prancis. Pada masa kolonial, tempat ini merupakan tempat tinggal bagi Gubernur Prancis. Namun, pada tahun 2007 Amerika menyumbangkan tempat ini untuk dijadikan museum.

Pha That Luang 

Siapa yang tak kenal dengan lambang negara Laos ini? Pha That Luang merupakan bangunan bersejarah sekaligus sebagai lambang negara ini dan memiliki monumen berbalut emas yang menjulang hingga 44 meter. Tentu, kemegahannya sudah terlihat dari jauh, bahkan dikatakan bahwa berat emasnya bisa mencapai 500 kilogram!

Terletak di pusat kota Viantiante, kuil suci bagi umat Buddha ini dibangun pada masa Raja Setthathirat, yaitu tahun 1566. Pernah hancur akibat perang, kemudian direnovasi pada awal abad ke-20 atas bantuan penjajah Prancis.

Dari destinasi tempat wisata di atas, cocok banget kan bagi kamu yang suka dengan wisata sejarah?

Mari berdoa agar pandemi COVID-19 lekas berakhir sehingga kamu bisa kembali menjalankan aktivitas secara normal!

Comments are closed.